Posts

Batas Toleransi Orang Bali

Image
screenshot video pengambilan canang Kemarin, sebuah video viral di media sosial. Isinya seorang perempuan Bali sedang menghaturkan canang di pantai sebagai sebuah prosesi melasti , membersihkan diri jelang Hari Raya Nyepi. Yang menarik dalam proses penghaturan itu tampak beberapa pria berpakaian bebas (tidak berpakaian adat Bali) mengawal betul sang Ibu. Kontroversi muncul ketika canang ditaruh di tanah dan dihaturkan seketika salah satu pria mengambil canang tersebut. Ia tidak sendiri ada beberapa orang yang juga berkeliaran di tempat yang diduga pantai Padanggalak Denpasar tersebut. Tujuan mereka sama mengambil uang yang ada di atas canang yang dihaturkan. Saya tak mau menduga-duga siapa para pengambil uang tersebut. Tapi mestinya mereka yang memiliki kepercayaan yang sama tak akan punya nyali melakukan tindakan tersebut. Takut pada Beliau . Yang jelas, si Ibu yang canangnya diambil tersebut tak bereaksi berlebihan. Memang raut mukanya bercampur antara kaget dan kesa...

Perlukah Wisata Halal di Bali?

Image
Isu wisata halal di Bali bukanlah hal baru. Seingat saya sebelum Cawapres Sandiaga Uno datang ke Bali isu ini sudah pernah muncul dan mendapat respon negatif dari warga Bali. Entah apa motivasi Bang Sandi untuk kembali mengangkat isu ini dalam kampanyenya sebagai calon wakil presiden Prabowo Subianto beberapa hari yang lalu. Yang saya sayangkan sebenarnya bukan soal perlu atau tidaknya isu ini diangkat tapi soal potensi isu ini mengarah ke zona SARA. Tapi untuk fair- nya saya akan coba memberi opini apakah perlu ada wisata halal di Bali. Jika menilik pada statement Sandi yang berkutat di angka, maka Sandi mencoba mengatakan bahwa pasar dari wisatawan muslim itu besar dan itu tidak bisa ditampik. Tapi dengan besarnya luas Indonesia, justru banyak daerah yang punya potensi lebih besar untuk mengambil pasar ini. Ini bukan berarti Bali sudah tak membutuhkan pasar lagi. Nyatanya pemerintah selalu meningkatkan target pariwisata Bali yang berarti kreativitas pelaku pariwisata dituntut u...

DEMOKRASI DI ERA DIGITAL

Image
Dari tribun penonton seorang Ibu berteriak keras “kok nggak diumpan sih!”. Tak berapa lama komentar lain muncul “kok malah kesana sih!”. Dan dilanjutkan dengan “kok” lainnya. Di sisi lain ada seorang Bapak tak kalah keras berkomentar “Aduh si Itu lemah banget”. Tak lama lagi dia berkomentar “Harusnya tadi digituin”. Dari belakang terdengar suara salah seorang ofisial tim berkata “Santai aja, pasti menang kok”. Tiba-tiba saya seperti berada di dunia maya. Tepatnya melihat media sosial. Saya membayangkan si Ibu dalam bentuk profil facebook dengan statusnya “kok gini sih”. selanjutnya si Bapak jadi akun twitter dengan twit ‘kritis’nya. Dan si ofisial saya bayangkan seperti akun instagram yang captionnya kadang nggak dibaca. Keriuhan media sosial saya lihat persis seperti tribun penonton sepakbola. Khususnya di masa pemilu. Si A sibuk mendukung 01. Si B sibuk ngeshare kejelekan 01. Si C sibuk selfie.  Dulu, yang terjadi di tribun penonton sepakbola ya cuma ...

It's Not Easy (To Be)

Image
foto: shutterstock.com Malam itu ia terduduk di tangga sambil menghisap rokok di mulutnya. “Tidak mudah disayangi Beliau,” kalimat itu keluar dari mulutnya. Hari ini memang cukup berat, secara fisik dan mungkin juga mental. Sulit dijelaskan secara detil. Banyak hal yang misterius bagi saya.

Mary, Love of His Life (Tentang Film Bohemian Rhapsody)

Image
Film biopik selalu menarik perhatian saya. Jadi ketika tahu ada film tentang Freddie Mercury , vokalis fenomenal grup musik legendaris Queen tentu menarik perhatian saya. Tak ada rencana untuk nonton bioskop, karena hari-hari ini kami hanya ke bioskop jika film itu sepertinya menarik juga buat K. Sampai akhirnya istri secara mendadak pengen nonton bioskop dan dipilihlah film Bohemian Rhapsody mengungguli A Man Called Ahok.

Menulis dan Kewarasan

Image
Beberapa waktu lalu ada pembukaan Ubud Writers Festival di Puri Ubud. Acara tahunan ini diikuti penulis lokal dan manca negara. Sebagai salah satu atraksi, pembukaan kali menyuguhkan pementasan budaya Bali. Sebuah cerita tentang kehidupan masyarakat Bali. Dalam satu kesempatan salah satu peserta manca negara yang mengikuti acara pembukaan menyentak teman saya. “ Be Quiet !,” katanya. Kebetulan teman saya asyik mengobrol saat pementasan itu. Bukan cuma dia, dua orang panitia yang kedapatan mengobrol di dekat situ pun kena damprat si Bule.

Eks 98 di Semifinal Piala Dunia 2018

Image
Thierry Henry merayakan gol Lilian Thuram ke gawang Drazen Ladic Piala Dunia 2018 memasuki babak empat besar. Ada empat tim terakhir yang memperebutkan gelar paling prestisius di dunia sepak bola antar negara. Dua diantaranya, Belgia dan Kroasia belum pernah merasakan gelar juara sebelumnya. Sementara Inggris sudah 52 tahun yang lalu menjadi juara. Yang paling terdekat adalah Perancis yang meraih juara 20 tahun yang lalu, pada piala dunia 1998. Dua diantara tim semifinalis Piala Dunia kali ini juga menjadi semifinalis Piala Dunia 1998, bedanya kedua tim, Perancis dan Kroasia saat itu bertemu di semifinal, sementara saat ini mereka menghadapi lawan yang berbeda dan berpeluang bertemu di final. Yang menarik, dari empat tim semifinalis Piala Dunia 2018, ada empat nama di staf kepelatihan keempat negara yang merupakan alumni pemain di Piala Dunia 1998. Bahkan dua diantaranya merupakan andalan tim juara dunia 1998. Siapa saja mereka? Didier Deschamps Perancis saat ini menjadi...