Posts

Kok Film ini Lebih Berat dari Joker

Image
photo source: ventsmagazine.com Kebetulan weekend kemarin saya punya pilihan beberapa film untuk ditonton. Sebenarnya saya ragu mau nonton yang mana, karena awalnya cuma mau nyiapin film untuk anak yang terpaksa 'libur' di rumah. Akhirnya karena ada waktu senggang saya memutuskan memilih film yang paling familiar dan ratingnya paling bagus. Joker. Kenapa saya sempat ragu karena saya menduga Joker akan cukup berat dan menguras emosi.  Dan nyatanya akting Joaquin Phoenix sebagai pemeran utama, disamping skenario filmnya memang patut diacungi jempol. Hanya saja ternyata film ini tak se-berat yang saya kira. Dulu, ketika sedang hype nya quotes "orang jahat adalah orang baik yang tersakiti" saya ikut memberi komentar tanpa menonton filmnya. Jujur saja, saya bahkan sudah lupa apa komentar saya soal itu. Setelah menonton filmnya saya justru tidak ambil pusing dengan kutipan itu lagi. Hal paling menarik buat saya dari film Joker adalah bagaimana Joker akhirnya ...

COVID Yang Bikin Kesal

Image
Pemerintah setiap hari memberi update tentang virus COVID-19 Di sebuah lorong gelap yang tak tersentuh matahari, virus dan bakteri ngobrol. Baru kali ini mereka kesal luar biasa dengan munculnya saudara baru yang lahir di Cina. Bukan apa-apa, saudara baru bernama COVID-19 ini membuat gempar seluruh dunia, bukan hanya Cina saja. Para manusia menjadi begitu sadar dengan kebersihan dan kesehatan diri mereka. Yang paling terimbas tentu saja bakteri dan virus lain yang biasanya hidup nyaman di masyarakat yang cuek bebek.  Bayangkan, biasanya si bakteri dan virus ini bisa santai saja ngendon di gagang pintu. Kini tiba-tiba semua disemprot cairan bernama disinfektan, membunuh si bakteri dan virus yang nekat nongkrong disana. Bukan itu saja, tangan-tangan manusia yang biasanya cuek kini tiba-tiba begitu rajin terbilas sabun dan alkohol. Bakteri dan virus benar-benar dibuat tak leluasa hinggap. Bahkan para manusia tidak lagi sembarangan berkeliaran, mereka bersembunyi di dalam...

Why This Is The Best Time To Visit Bali

Image
This beach usually really crowded. But last time not so anymore combination of global issue and development. photo: private owned I’m not trying to overselling Bali. Seriously, who doesn’t know Bali. Some say this island is way more famous than the country itself. With that in mind, it also means it's quite easy to find information about what really happens on this island. Including recent global issues regarding corona virus that are spreading in the world. Just google it, you’ll find what the official or unofficial statement is on the internet. So for anyone who has a doubt for the government, why not try to find what the people or tourist say. After all, nowadays, it’s not easy to hide something, people with social media are everywhere. In a world where gossips and hoaxes everywhere, you can count on the wise or younger generation who has better digital literacy. Despite what really happens, I should say in my personal humble opinion, this is one of the times where Bali ...

Memperkirakan Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian Bali

Image
suasana destinasi wisata di Bali saat isu 'Kota Hantu' dihembuskan salah satu media Inggris Awal tahun 2020 dunia dikejutkan dengan virus Corona yang menyerang negeri Tirai Bambu. Republik Rakyat Tiongkok, kekuatan ekonomi terbesar saat ini yang seharusnya berpesta menyambut Tahun Baru Imlek justru dibuat berduka dengan datangnya virus yang memakan korban jiwa. Virus yang bermula di kota Wuhan ini mendadak jadi teror bukan saja untuk negara yang masih terlalu familiar dengan sebutan Cina. Tercatat banyak negara ‘menerima’ sebaran virus yang menyerang pernapasan ini. Beruntung sampai hari ini tak terdeteksi satu kasus pun terjadi di wilayah Indonesia. Meski klaim ini menuai sedikit pro kontra di dunia epidemiologi, pemerintah tegas mengatakan Indonesia masih bersih dari virus Corona. Pemerintah pun mengambil langkah cepat dengan menutup akses ke negeri Tirai Bambu. Padahal frekuensi ekonomi kedua negara cukup tinggi, termasuk dalam hal pariwisata. Bali, salah sa...

Rumput Liar

Image
foto: dok. pribadi Musim hujan telah tiba. Sebuah pertanda kesuburan akan datang. Semua menyambutnya dengan gembira. Meskipun dalam kenyataannya apa yang dianggap sebagai kebaikan tak pernah datang tanpa keburukan. Toh memang tak ada yang sempurna di dunia ini, dua sisi yang selalu berdampingan. Sama seperti panas yang beresiko menjadi kekeringan, hujan pun beresiko menjadi banjir. Tapi itu dampak yang ekstrim. Ada juga dampak yang kecil. Misalnya rumput yang kering dan mati di musim panas. Sebaliknya di musim hujan banyak rumput liar bermunculan. Saya tiba-tiba menaruh simpati terhadap rumput liar. Ia tumbuh mengisi kekosongan yang ada dan tak meminta bantuan siapapun. Jika pun Ia muncul di antara rumput jepang yang seperti karpet itu, Ia jelas menunjukkan bahwa daya hidupnya memang ‘wah’, tak mengenal batasan. Dalam ekonomi liberal, kompetisi bebas, Ia menunjukkan diri punya daya saing yang kuat. Itu jika mengesampingkan selera. Nyatanya daya saing bukan saja soal otot, nam...

Jerakah Pencemar Lingkungan Dengan Denda Dua Juta?

Image
foto: bali.tribunnews.com Kadang saya tidak terlalu suka dengan kenyinyiran netizen. Tapi seperti vitamin, kritik dan nyinyir itu kadang perlu, apalagi jika menyangkut rasa keadilan. Seperti yang terjadi baru-baru ini di Denpasar. Secara politik Kota Denpasar sudah biasa dimerahkan, tapi lain ceritanya kalau yang dimerahkan air sungai. Sebuah usaha sablon berhasil membuat heboh kota Denpasar dengan cara memerahkan sungai utama Kota Denpasar, Tukad Badung. Alhasil netizen ramai ‘mengutuk’ ulah pengusaha tersebut. Arus kecintaan orang Bali terhadap lingkungan memang sedang tinggi. Setelah sukses menghambat rencana proyek reklamasi Teluk Benoa, pemerintah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus mengeluarkan regulasi yang cukup pro-lingkungan. Terakhir perusahaan BUMN Pelindo III pun harus ‘tunduk’ dan merubah masterplan pengembangan Pelabuhan Benoa gara-gara ada mangrove yang mati. Singkat cerita Satpol PP Denpasar mengambil tindakan tegas dengan menyegel usaha...

Budi Bahasa Netizen dan Agnez Mo

Image
Berkibarlah bendera negeriku, Berkibar di luas nuansamu. Tunjukkanlah kepada dunia, Ramah tamah budi bahasamu. Itu penggalan lirik lagu Merah Putih karya Gombloh yang dinyanyikan 50 artis Musica Studio pada tahun 1995 untuk memperingati usia emas Indonesia, 50 tahun. Salah satu lagu favorit saya. Meski kadang kalau saya membaca komentar netizen Indonesia membuat saya bertanya masih relevankah lirik itu. Termasuk komentar soal wawancara artis Indonesia yang sekarang berkarir di AS, Agnez Mo. Saya tak tahu budi bahasa Agnez Mo atau netizen yang lebih baik. Terus terang saja saya pun tak tertarik untuk melihat video wawancara yang sedang viral itu. Saya sendiri tak tahu banyak tentang karir Agnez Mo di AS. Tapi beberapa berita yang sempat saya baca Agnez berhasil masuk ke dalam lingkaran industri musik paling prestisius di dunia. Beberapa artis RnB diajaknya berkolaborasi. Ini tentu sebuah pencapaian pribadi yang luar biasa bagi seorang warga negara Indonesia, warga negara ...